Wednesday, August 02, 2006
Alkisah di salah satu sudut gang sempit dengan rumah yang berdesakan, terlahirlah seorang insan manusia yang putih kecil mungil. Namanya Ironis, seorang bayi laki-laki sehat dengan mata cemerlang berkata "gw hidup dan gw bisa bertahan". Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahunan pun berlalu. Gang itu masih sempit dengan rumah berdesakan, kali ini bertambah ramai dengan kehadiran manusia-manusia buas, arus urbanisasi katanya. Generasi baru dengan mata yang sama dengan mata si Ironis "gw (bisa) hidup dan gw bisa bertahan".

Jauh di balik "gang sempit", kumpulan manusia mendengarkan cerita dari seorang tua. Jenggot tidak terpelihara menandakan kerutan kening itu bukan buatan. Kata-katanya lembut bersahaja, dengan intonasi yang tepat tapi terasa lelah.

"Kita ini bukan manusia biasa"
"Kita ini hanya wayang dengan dalang yang edan"
"Dalang yang edan main wayang dengan edan"
"Siapa yang tahu kita ini wayang?"

Sunyi.......

"Tutup dirimu dan kau mati membusuk, letih dan mati"
"Conventional way to die..."
"But eternal way to live..."
"Panggung itu terang, gemerlapan, kotor dan nikmat..."
"Hajar ego mu, tendang nafsumu....."
"Jenggot ini tumbuhan jaman edan....."
"Cium baunya..."

Seorang pemuda maju dengan hormat...menciumi jenggot si tua, lalu tersenyum dan menghela nafasnya. Lalu mati.

"That's a new way to die...."
"but eternal way to live from now on...."

si tua letih dan sekarat

"Ragaku harum seiring aku berkata..."
"Nisanku tulis Nyata, namaku bukan lagi Ironis...."

Semuanya serentak muntah, kemudian menjilatnya kembali...

"gw tidak akan pernah bisa, tapi gw pasti bertahan"

- gerry -


NB: Alkisah adalah cara gw menenangkan pikiran gw yg berkecamuk kejam. How I look INTO it, not UPON it....
 
posted by gerry at 11:36 PM
1 Comments:


At Thu Aug 03, 01:39:00 PM, Blogger farahPutri

cie ,cie..bisa juga loe puitis gene..jadi inget ama kata2 gw..*loh??*iman itu tidak bisa dilihat,gak ada alasannya,sama seperti cinta..hahahaha..